Puasa dan Semedi Dalam Ajaran Kejawen

Mengenal Ilmu Kejawen » Puasa dan Semedi Dalam Ajaran Kejawen

 

Puasa

 

Puasa merupakan suatu tirakat yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kemampuan spiritual seseorang. Meski diajarkan dalam berbagai versi yang tidak sama, bisa dikatakan bahwa semua ajaran agama mengenal tirakat puasa. Menurut pandangan Kejawen sendiri puasa memang memiliki efek yang sangat baik terhadap tubuh dan pikiran. Sebab puasa merupakan sarana menggembleng jiwa dan raga, mempertajam rasa batin dan menyucikan hati serta pikiran.

 

Para pelaku ajaran Kejawen umumnya mengenal puasa dalam berbagai jenis yang dilakukan menurut hitungan hari tertentu guna menaikkan kemampuan spiritual mereka. Puasa dijadikan sebuah metode untuk membangkitkan kekuatan spiritual agar pelakunya dapat menjadi pribadi yang berjiwa kuat dan berwawasan serta berpemikiran luas. Jenis-jenis puasa yang umum dikenal dalam ajaran Kejawen antara lain:

 

  • Puasa Mutih

Dari namanya saja Anda pasti sudah bisa menebak apa yang dimaksud dengan Puasa Mutih. Terlebih lagi tirakat puasa yang satu ini memang memiliki nama yang cukup familiar, bahkan di telinga orang awam sekalipun. Puasa Mutih adalah tirakat puasa yang ketika dijalani, pelakunya hanya diperbolehkan mengkonsumsi makanan dan minuman serba putih.

 

Putih yang dimaksud disini bukan hanya dari segi warna, tetapi juga rasa. Apabila melakoni Puasa Mutih, Anda diharapkan untuk hanya memakan nasi putih dan air putih tanpa rasa. Ada juga yang menerjemahkan Puasa Mutih sebagai tirakat puasa yang meninggalkan segala sifat garam. Ini berarti yang boleh Anda makan atau minum adalah segala sesuatu yang tidak berasa (tawar) dan tentunya halal menurut keyakinan yang Anda anut. Jadi meskipun secara fisik berwarna putih, susu dan gula tidak termasuk bahan makanan yang dapat Anda konsumsi selama menjalani puasa ini.

 

  • Puasa Ngeruh

Ketika menjalani Puasa Ngeruh, Anda diharuskan untuk hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang berasal dari buah, sayur dan olahannya. Termasuk dalam bahan makanan yang tidak boleh dimakan pelaku Puasa Ngeruh adalah daging, ikan, telur dan susu hewani. Sehingga bisa dikatakan bahwa Puasa Ngeruh merupakan versi Kejawen dari hidup vegetarian, sebab inti dari Puasa Ngeruh adalah tidak memakan apapun yang ketika hidupnya memiliki nyawa.

 

  • Puasa Nglowong

Dalam Puasa Nglowong, kita tidak diperkenankan untuk makan atau minum dan hanya boleh tidur sebentar saja dalam sehari. Misalnya tiga jam.

 

  • Puasa Ngebleng

Sedikit lebih berat dari Puasa Nglowong, Puasa Ngebleng adalah tirakat puasa dimana kita tidak diperkenankan untuk makan, minum dan keluar kamar selama jangka waktu tertentu. Tidur pun hanya diperbolehkan sebentar dan keluar kamar hanya diijinkan untuk buang air saja. Segala aktifitas sehari-hari harus ditinggalkan oleh pelaku Puasa Ngebleng, termasuk aktifitas seksual.

 

Baik Puasa Nglowong maupun Puasa Ngebleng, ada keutamaan yang dapat dicapai pada hari terakhir. Misalnya kita berpuasa Nglowong/ Ngebleng selama tiga hari, maka pada hari ketiga kita disarankan untuk tidak berbicara sepatah katapun (ambisu/ membisu).

 

  • Puasa Ngrowot

Puasa ini hampir seperti puasa biasa yang dijalankan dari subuh sampai maghrib. Bedanya, ketika sahur pelaku Puasa Ngrowot hanya diperkenankan memakan buah-buahan saja. Itupun hanya satu. Seandainya buah yang dimakan lebih dari satu, maka buah tersebut harus berasal dari jenis yang sama, misalnya tiga buah pisang.

 

  • Puasa Nganyep

Istilah Nganyep berasal dari kata anyep yang berarti hambar atau tawar. Sehingga Puasa Nganyep dapat diterjemahkan sebagai sebuah tirakat puasa dimana pelakunya hanya boleh memakan dan meminum segala bahan makanan atau minuman yang tawar atau tidak memiliki rasa. Puasa Nganyep hampir seperti Puasa Mutih, namun makanan yang dapat dikonsumsi lebih beragam karena tidak terikat pada warna putih saja.

 

  • Puasa Ngidang

Kata kidang yang berarti kijang dalam Bahasa Indonesia merupakan asal kata Puasa Ngidang. Seperti kijang, pelaku Puasa Ngidang hanya diperbolehkan memakan dedaunan dan air putih saja. Selebihnya tidak boleh dikonsumsi.

 

  • Puasa Ngepel

Dalam Puasa Ngepel, pelakunya hanya boleh memakan satu kepel (satu genggaman) nasi dalam sehari. Selain sekepal nasi, apa lagi yang boleh dikonsumsi pelaku Puasa Ngepel? Air putih, tentu saja.

 

  • Puasa Ngasrep

Seperti dalam Puasa Nganyep, pelaku Puasa Ngasrep juga hanya boleh memakan dan meminum makanan atau minuman yang tidak berasa. Bedanya, dalam Puasa Ngasrep si pelaku diberi batasan agar hanya minum tiga kali sehari.

 

  • Puasa Wungon

Selama 24 jam penuh, pelaku Puasa Wungon tidak boleh makan, minum ataupun tidur.

 

  • Puasa Patigeni

Kata ‘pati' berarti ‘mati’ dan 'geni' berarti ‘api’, sedangkan pengertian Puasa Patigeni sendiri adalah suatu tirakat spiritual dimana pelakunya tidak diperkenankan untuk makan, minum dan tidur selama jangka waktu yang telah ditentukan. Lantas mengapa disebut Patigeni? Sebab selain tidak boleh makan, minum dan tidur, pelaku Puasa Patigeni juga tidak boleh menyalakan penerangan dalam wujud apapun juga.

 

Puasa Patigeni biasanya dilakukan di dalam ruangan atau kamar khusus yang gelap gulita dan tidak boleh ditinggalkan untuk urusan apapun selama lelaku ini belum selesai dijalankan.   

 

 

Semedi (Tapa)

 

Selain puasa, dalam ajaran Ilmu Kejawen juga dikenal tirakat semedi atau bertapa. Sebagian besar orang menganggap semedi sebagai suatu tirakat yang mengharuskan pelakunya untuk membebastugaskan segala indra dengan cara tidak makan, tidak minum dan tidak tidur sama sekali. Padahal esensi atau inti dari ritual semedi sebenarnya adalah memusatkan batin dan seluruh hakekat pada cita-cita tertentu yang ingin dicapai.

 

Dalam ajaran dan pengamalan Ilmu Kejawen, ada beberapa macam tapa atau semedi yang telah lama dikenal dan diamalkan para pelakunya. Macam-macam semedi tersebut antara lain:

 

  • Tapa Jejeg

Jejeg artinya tegap. Berbeda dari kebanyakan ritual semedi yang dilakukan dalam posisi bersila, Tapa Jejeg justru berarti pelakunya tidak diperkenankan duduk selama dua belas jam penuh.

 

  • Tapa Lelono

Tapa Lelono merupakan tirakat yang bertujuan untuk memberi pelakunya waktu guna melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Caranya adalah dengan melakukan perjalanan kaki sejak jam dua belas malam hingga pukul tiga pagi.

 

  • Tapa Kungkum

Kata ‘kungkum’ artinya berendam. Sesuai namanya, Tapa Kungkum dilakukan dengan cara merendam badan dalam air mengalir. Umumnya, Tapa Kungkum dilakukan di titik pertemuan dua sungai. Sehingga si pelaku harus bersiap menahan arus air dalam keadaan telanjang dada tanpa banyak bergerak dan tanpa boleh tertidur. Karena selain membatalkan tirakat, tertidur ketika melakukan Tapa Kungkum juga terbilang berbahaya.

 

Sangat dianjurkan apabila titik yang dipilih untuk bertapa kungkum tidak berarus terlampau deras dan tidak berlumpur tebal di dasarnya.  Anda dapat duduk bersila dalam keadaan terendam hingga leher selama tiga jam lebih, meski ada juga yang melakukan Tapa Kungkum selama lima belas menit saja. Dari pengalaman bertapa kungkum, banyak spiritualis mengaku mendapatkan sensasi spiritual yang dahsyat luar biasa.

 

  • Tapa Ngalong

Tapa Ngalong dilakukan dengan mengambil posisi bergantung terbalik layaknya kelelawar. Kata ‘kalong’ yang merupakan asal mula nama ritual semedi ini memang berarti kelelawar dalam Bahasa Indonesia.  Posisi yang terbilang tidak biasa menjadikan Tapa Ngalong sebuah tirakat yang unik dan berbeda dari tirakat lainnya.

 

Posisi sungsang (kepala dibawah kaki diatas) dalam Tapa Ngalong biasanya dilakukan dengan cara bergantung pada dahan pohon tanpa banyak bergerak. Tapa Ngalong yang secara fisik dapat melatih keteraturan nafas pelakunya ini biasa dibarengi dengan Puasa Ngrowot.

 

  • Tapa Ngeluwang

Bagi orang awam, Tapa Ngeluwang mungkin terkesan agak mengerikan. Sebab tirakat ini dilakukan dengan cara mengubur diri di tanah pekuburan atau di tempat yang sangat sepi. Keberanian besar dan tekad bulat sekeras baja jelas dibutuhkan untuk menjalani Tapa Ngeluwang, yang merupakan cara pintas untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan melenyapkan sesuatu secara gaib pula.

 

Selain berbagai macam puasa dan semedi yang telah Anda baca tersebut, dalam Ajaran Kejawen juga dikenal tirakat-tirakat berikut ini:

 

  • Laku Mutih Milang Kepel

Laku Mutih Milang Kepel merupakan perpaduan antara Puasa Mutih, Puasa Ngepel dan Puasa Patigeni yang dirangkum menjadi satu. Selama tujuh hari berturut-turut, si pelaku menjalankan Puasa Mutih tanpa keluar rumah dengan hanya memakan sekepal nasi untuk setiap harinya. Selepas hari ketujuh, giliran Puasa Patigeni yang mesti dilakoni untuk sehari semalam.

 

  • Laku Melek

Laku Melek merupakan tirakat tanpa tidur yang dilakukan selama dua puluh empat jam penuh.

 

Perlu digarisbawahi bahwa mengakhiri tirakat berupa lelaku atau puasa sebagaimana yang baru saja Anda baca tidak bisa sembarangan. Mentang-mentang perut dalam keadaan super lapar lantas memakan semua yang ada. Jika demikian, bisa jadi malah perut kita yang bakal memberontak kesakitan dibuatnya.

 

Untuk mengakhiri Puasa Patigeni, misalnya, Anda perlu meminum air putih tawar sebagai permulaan. Sedikit saja. Kemudian beberapa jam setelahnya dilanjutkan dengan meminum air berasa manis yang juga harus diminum sedikit demi sedikit. Baru setelah rasa sakitnya hilang dan perut kita sudah lebih tenang, bubur yang bertekstur lembek boleh dimakan. Itupun harus sedikit demi sedikit pula, dan harap disesuaikan dengan kemampuan mencerna Anda pada saat yang bersangkutan.

 

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang puasa dan semedi (tapa) dalam ajaran Ilmu Kejawen. Semoga dapat menjadi informasi, motivasi atau barangkali pembelajaran bagi kita semua.

 

INGIN BELAJAR ILMU KEJAWEN LANGSUNG DARI AHLINYA? KLIK DI SINI

 

 

Artikel Menarik

 

Mengenal Tingkatan Ilmu Kejawen

 

Tata Cara Puasa Mutih Yang Benar Untuk Peningkatan Ilmu Spiritual

 

 

 

Alamat Kantor

Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis,

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

Call Center 1

Telepon & SMS : 085712999772

WhatsApp : 085712999772

Email : SpiritualPower88@gmail.com

 

Call Center 2

Telepon & SMS : 082223338771

WhatsApp : 082223338771

Email : bagianpemesanan@gmail.com

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)
Contoh : +6282223338771

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

Jam Kerja

Senin-Sabtu, pukul 08:00-16.00 WIB

Sebelum datang, telepon dulu.

 

Praktek Supranatural Resmi

Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini